8 Alasan Penting Mengapa Nama Domain-mu Tidak Disetujui

banner1

Apakah kamu pernah menemukan domain yang kamu sukai tapi ternyata sudah bertuan? Membeli domain yang sudah dimiliki orang lain bukanlah hal mudah ternyata. Ada beberapa hal yang dipertimbangkan untuk mencapai deal akhir. Tak jarang kamu akan tetap gagal mendapatkannya. Simak beberapa alasannya berikut ini:

  1. Penawaranmu terlalu rendah:

Domain yang bagus biasanya memiliki calon pembeli yang banyak, yang tentunya memberikan penawaran yang tak kalah bagusnya. Periksa kembali apakah kamu sudah cukup memberikan penawaran yang baik? Lakukan pencarian kata kunci domain di Google untuk mengetahui valuenya. Domain yang memiliki nilai tinggi biasanya akan banyak ditemui dalam berbagai bentuk, tidak hanya (namadomain).com, tapi mungkin dengan tambahan simbol, kata, atau nomor tertentu.

Apakah kamu memberikan penawaran 1 juta rupiah untuk domain yang dibeli pemiliknya dengan harga 25 juta rupiah? Sering sekali orang menganggap bahwa domain-domain terbaik telah dibeli bertahun-tahun yang lalu oleh investor yang hanya membayar biaya registrasi. Perlu diketahui bahwa domain terbaik pastinya telah berpindah tangan sejak pertama kali didaftarkan. Seiring dengan seringnya kepemilikan itu terjadi, value yang dimiliki sebuah domain semakin tinggi. Jauh lebih banyak dari sekedar biaya registrasi.

  1. Domain tidak dijual:

Jika ada legitimasi website yang ada dalam sebuah domain, kemungkinannya kamu tidak akan bisa membelinya. Bahkan jika tidak ada isinya sekalipun. Mungkin domain tersebut sedang digunakan untuk kepentingan email pemiliknya, yang mungkin sudah ada rencana untuk membangun sebuah website di kemudian hari. Dan kembali lagi ke poin pertama, biasanya domain tersebut hanya dijual untuk harga yang sesuai (dan sangat mahal).

  1. Pemiliknya (mungkin saja) seorang investor jangka panjang:

Domain yang bagus semakin lama akan dihargai semakin tinggi. Pemilik domain mungkin sudah memiliki domain itu sejak lama sebelum memutuskan untuk menjualnya, terutama jika mereka tidak membutuhkan uang dengan segera.

  1. Domain tersebut memberikan penghasilan yang stabil bagi pemiliknya:

Meskipun mungkin kelihatannya domain itu tidak sedang aktif digunkan, masih ada beberapa cara bagi pemilik domain untuk memonetasinya. Apakah traffic domain tersebut di redirect? Apakah pemiliknya menjual alamat email yang personalized? Atau apakah domain tersebut dipasangi iklan full page? Beberapa domain bisa menghasilkan jutaan bahkan puluhan juta rupiah setiap tahunnya hanya dari revenue iklan.

  1. Emailmu tidak diterima:

Jangan kaget jika informasi kontak domain ternyata tidak diupdate oleh pemiliknya saat ini.

  1. Pemilik domain tidak menyukaimu:

Jika calon pembeli bersikap sok tahu, atau mungkin kasar saat berkomunikasi dengan pemilik domain, bisa jadi itu kenapa domain itu tak akan pernah bisa dimiliki. Mereka memiliki kebijakan yang sangat ketat untuk tidak berurusan dengan seseorang yang memberi ancaman, kasar, atau sekedar tidak menyenangkan untuk diajak berbicara.

  1. Kamu menawarkan sesuatu yang bukan uang untuk membeli domain:

Sistem barter untuk nama domain memang terkadang sering terjadi. Ada beberapa web development dan servis hosting yang menukarnya dengan bentuk lain, mungkin makan siang bersama atau makan malam mewah. Jika kamu tidak cukup mampu untuk membeli domain, tanyakan apakah pemiliknya memiliki pilihan lain yang sanggup untuk kamu penuhi.

  1. Pemilik domain memiliki ekspektasi berlebihan:

Apakah pemilik domain meminta ratusan ribu atau bahkan jutaan dollar untuk sebuah domain? Tidak banyak nama domain yang kaliber untuk dihargai sebanyak itu. Jika kamu berhadapan dengan penjual yang tidak realistis kamu mungkin sebaiknya mundur teratur saat itu juga.

Setelah berhasil membeli nama domain impianmu, kamu bisa menggunakan layanan web hosting kami hanya di idwebhost.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *