Amazon AWS vs Azure, Bandingkan Mana yang Terbaik!

GHGH

Amazon tidak pernah mempublikasikan skala Cloud Computing melalui Amazon Web Services (AWS). Dalam studi baru menjelaskan, bahwa Amazon pemimpin marketing dalam ruang Cloud Computing. Tahun 2010 Microsoft membuat langkah besar dalam Cloud Computing dengan merilis Windows Azure.

Sementara Amazon menjadi pimpinan market, Microsoft tidak akan bungkuk. Apalagi mereka datang menawarkan solusi dan tampaknya Microsoft serius mendorong market ini. Jadi, mana solusi yang tepat?

  • Sulit Membandingkan Cloud Computing Power

Salah satu nilai jual utama dari banyaknya solusi Cloud Computing ialah mereka menawarkan infrastruktur yang mahal. Membandingkan 1 jam penggunaan dari setiap layanan akan sulit, ketika penawaran daya Computing tidak setara, baik dari ukuran, biaya, dan jumlah tugas untuk proyek yang dihabiskan per-dolarnya. Unit Computing terdiri dari tingkat yang bervariasi dari daya CPU dan jumlah corenya per layanannya. Jika biaya menjadi faktor utama dalam sebuah proyek, maka Computing harus menjadi solusi.

  • AWS Menawarkan Infrastruktur dan Azure Sebagai Platform

Faktor lain yang sulit untuk dibandingkan, karena Windows Azure menawarkan layanan yang berbeda dengan AWS. Ketika tahun 2010 rilis, target utamanya adalah platform (Windows Azure dengan Visual Studio) agar ada pengembangan ruang pada Visual Studio di Cloud. Platform ini sebagai layanan model (PaaS). Berbeda dengan Amazon yang menawarkan contoh mesin virtual sederhana yang bisa diisi dengan platform apa saja sesuai dengan kebutuhan.

Sejak awal Azure dan Microsoft menanggapi fleksibilitas yang ditawarkan AWS yang menawarkan mesin virtual mandiri. Sebagian korbannya tetap PaaS, yang di mana Amazon menawarkan infrastruktur sebagai layanan (laaS).

  • Azure Memiliki Fitur Untuk Enterprise

Microsoft telah berupayan memposisikan Windows Azure sebagai platform perusahaan Cloud yang bermitra dengan Oracle sejak tahun 2013, Windows Azure memiliki alat Oracle andalan: Java, Oracle Database, dan Oracle Weblogic Server. Umumnya, alat-alat ini membuat argument Azure, terutama memberikan solusi ke perusahaan yang mungkin beroperasi dengan perangkat lunak di atas plat platform ini.

  • Keduanya Bersaing Pada Harga

Microsoft tampaknya telah mengakui pembiayaan yang pindah ke Cloud Computing. Sejak pembentukannya, layanan Azure dikenakan potongan harga dari Microsoft dan Amazon pun menanggapinya. Siapa pun yang akan memberikan layanan yang baik dengan harga murah, akan mempengaruhi pengukuran berbeda dari unit Computing dan daya Computing.

  • Fitur Starup dan Autoscaling dengan AWS

Sebenarnya Amazon merupakan veteran dalam ruang Cloud Computing, sama seperti Microsoft yang masih pendatang baru. Amazon telah membangun kepercayaan enterprise dengan proyek di perusahaan besar, yang memiliki persyaratan , seperti CIA. Amazon juga menawarkan fitur autoscalling pada kasus perusahaan kecil dan menengah.

Sebetulnya, kedua layanan menawarkan masa percobaab secara gratis, yang memungkinkan pelanggan untuk menguji solusi pada layanan masing-masing. Selain itu, ini juga memungkinkan untuk menguji proyek setiap layanan, jika biaya menjadi pertimbangan yang penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *