Ingin Mendesain Ulang Website? Pakai Checklist Ini

pro

Tentunya ada banyak alasan mengapa kamu ingin mendesain ulang website. Namun sebelum kamu benar-benar melakukannya, penting untuk membekalinya dengan beberapa strategi, dan tidak menggantinya hanya karena alasan ‘kosmetik’, tentukan konteks yang tepat. Sebelum kamu menghabiskan banyak waktu dan uang untuk melakukan redesign website yang tidak sesuai dengan objektif bisnis, coba lihat beberapa checklist berikut ini.

  1. Apakah kamu memperoleh hasil yang diinginkan dari website?

Perhatikan apa saja yang sudah kamu miliki dalam website dan lakukan analisis performa website demi mendapatkan hasil yang ingin kamu raih dari bisnis. Apakah memberikan traffic yang cukup baik dan sesuai ekspektasi? Oke, tapi apakah traffic tersebut benar-benar bisa mendorong penjualan, terbentuknya komunitas fans, dan menjembatani hubungan dengan konsumen dengan baik? Apakah kamu sudah pernah melakukan audit website dengan ahli profesional untuk melihat faktor-faktor tersebut secara mendalam pada seluruh area dalam website? Poin pertama ini sebaiknya menjadi to-do-list pertama yang harus kamu lakukan untuk memulai semuanya.

  1. Apakah saat ini websitemu bisa diakses melalui berbagai jenis layar?

Hanya dalam beberapa tahun terakhir, dunia kita telah mengalami perubahan raksasa dalam internet. Orang-orang baru mulai berbondong-bondong berselancar dalam dunia maya, mencari barang dan jasa secara online mencapai jumlah jauh lebih besar dari yang pernah terjadi. Penggunaan perangkat mobile meningkat pesat, user lebih banyak menggunakan smartphone atau tablet mereka dibandingkan komputer desktop. Namun ternyata masih banyak website yang belum mendesain website ke dalam versi mobile hingga saat ini. Padahal desain yang responsif sangat penting. Mengapa?

  • Lebih dari separuh pengguna perangkat mobile yang sempat mengunjungi website yang belum responsif, dalam sepersekian detik, akan langsung beralih ke website lain yang sudah mobile friendly.
  • Selain itu, 67% visitor dari website mobile friendly yang menyediakan kebutuhan mereka mengalami konversi menjadi pelanggan/konsumen produk.
  • Mesin pencari seperti Google adalah cara terbaik bagi semua orang untuk mencari dan menemukan website bisnis; dan Google akan lebih mudah mendeteksi website dengan desain web yang responsif untuk ditampilkan di halaman hasil pencarian. Desain yang responsif bisa menyesuaikan diri dengan dimensi yang tepat sesuai perangkat yang digunakan user. Desain website yang responsif memberikan manfaat SEO dengan URL dan HTML yang sama.

Sekarang kamu coba membuka websitemu sendiri melalui smartphone atau tablet. Apa yang bisa kamu lihat? Apakah kamu bisa membaca semua tulisannya dengan mudah, atau kamu harus menggeser ke kanan-kiri agar bisa membacanya dengan utuh? Jika ya, maka itu tandanya kamu harus segera mendesain ulang websitemu.

  1. Apa strategi konten dalam website?

Jangan kira merancang konten website hanya tentang mengupload foto produk beserta informasi penjelas ditambah beberapa grafis keren saja, calon konsumen membutuhkan LEBIH dari itu. Konsumen menginginkan konten yang relevan, bermanfaat, menarik yang mudah diakses dan membuat hidup mereka lebih mudah, lebih tahu banyak, dan tentunya bisa menjalin hubungan yang akrab denganmu sebagai representasi dari brand.  Daripada hanya memposting beberapa halaman tentang detail produk, kamu sebaiknya juga menunjukkan bagaimana produk tersebut bisa bermanfaat bagi mereka. Kamu bisa mengupload video-video tutorial, rajin menulis artikel di blog disertai petunjuk-petunjuk dan informasi yang bermanfat agar bisa tetap terhubung dengan konsumen.

  1. Apa saja area-area ‘unggulan’ dalam website?

Sembari kamu membuat checklist untuk desain ulang website, kamu bisa melakukan evaluasi tentang apa saja hal-hal yang sudah berjalan dengan baik dalam websitemu. Jika ada area atau halaman website yang sering digunakan atau dikunjungi oleh konsumen, bermanfaat bagi masa depan brand jangan dirubah. Tonjolkan nilai plus yang sudah ada di websitemu dan perbaiki bagian-bagian yang dirasa kurang optimal.

  1. Bagian mana saja yang tidak optimal dalam website?

Mengusir ‘gulma’ dari ‘taman’ website mungkin bukan hal yang mudah, namun sangat penting jika kamu tidak ingin bagian itu merusak aset-aset berharga yang sudah kamu dapatkan selama ini. Kamu bisa menanyakan beberapa pertanyaan berikut ini kepada dirimu sendiri atau ke beberapa konsumenmu:

  • Apakah sistem navigasinya sudah berjalan dengan benar? Atau terlalu membingungkan?
  • Apakah visitormu bisa dengan mudah menemukan informasi kontak?
  • Apakah semua informasinya up-to-date?
  • Apakah ada informasi yang seharusnya dicantumkan tapi tidak ada?
  • Berapa lama waktu loading websitemu—apakah kamu bisa dengan mudah dan cepat scrolling dari bagian paling atas ke yang paling bawah?
  • Ketika kamu melakukan pencarian di Google atau Yahoo untuk produk/jasamu, apakah websitemu sudah muncul di halaman pertama hasil pencarian?

6. Apakah website-mu SEO savvy?

Last but not least, hal ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Apakah calon konsumen potensial bisa menemukan websitemu ketika mereka melakukan pencarian dan mencari barang atau jasa yang sesuai dengan brandmu penting dipertimbangkan sebelum kamu akhirnya memutuskan untuk melakukan desain ulang website. SEO= search engine optimization bisa disebut sebagai penentu hidup atau mati sebuah website, hampir 100% konsumenmu menggunakan mesin pencari untuk menemukanmu, jika websitemu tidak muncul di halaman pertama mesin pencari, bisa dibilang websitemu ‘tidak terlihat’, antara ada dan tiada. Segera hubungi ahli SEO profesional untuk merancang ulang website!

Dari beberapa poin di atas, apa saja jawaban yang kamu temui berdasarkan keadaan website bisnismu saat ini? Jika kamu menemukan ketidaksesuaian dari keenam poin di atas, sudah waktunya kamu segera menghubungi desainer web terbaik dan membuat website-mu bisa memberikan manfaat lebih optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *