Menggunakan Cpanel dan Sub-domain Untuk Jaringan Network WordPress

cms wordpress

Mengatur jaringan WordPress untuk memetakan subdomains ke situs baru bisa menjadi hal yang rumit. Dengan banyak web host, Anda bisa menambahkan subdomain ke DNS record Anda, sesuai petunjuk yang biasa digunakan untuk pemetaan subdomains ke situs WordPress.

Tapi jika Anda menggunakan cPanel, mengedit DNS record mungkin tidak akan bekerja. Pada artikel ini, kami akan memberikan tips bagaimana memetakan subdomain untuk situs WordPress menggunakan cPanel.

Versi: WordPress 4.x

Misalnya, Anda memiliki 3 situs WordPress seperti dibawah ini:

  • example.com/abc/
  • example.com/def/
  • example.com/ghi/

Ketika Anda memetakan ke subdomains, akan menjadi:

  • abc.example.com
  • def.example.com
  • ghi.example.com

Langkah pertama adalah mencoba metode yang biasa digunakan untuk mengatur subdomain menggunakan plugin WordPress MU Domain Mapping.

Setelah plugin terinstal dan bekerja, langkah selanjutnya adalah mengedit DNS record dan menambahkan subdomain. Namun, ada beberapa cPanel host yang tidak bekerja.

DNS Records tidak bekerja

Beberapa cPanel host tampaknya melarang upaya untuk mengatur sebuah subdomain terpisah. Subdomain seperti abc.example.com akan diarahkan ke halaman statis yang aneh pada akun host.

Meskipun cPanel memungkinkan untuk mengedit DNS records, konfigurasi ini sama sekali tidak bekerja pada host ini. Solusinya adalah dengan menggunakan pilihan menu add a subdomain.

Gunakan cPanel “Add a Subdomain”

Dengan pilihan ini, Anda tidak perlu mengarahkan subdomain ke alamat IP.

Sebaliknya, Anda membuat subdomain untuk domain tertentu. Anda mengarahkan subdomain ke subfolder dalam instalasi cPanel di mana Anda menginstal situs WordPress, yang kemudian berubah menjadi jaringan.

Subfolders, real dan imagined

Katakanlah Anda baru pertama kali menginstal WordPress, cPanel akan meminta Anda untuk menentukan subdirektori (subfolder) untuk menginstalnya, misalnya network.

Maka filesystem Anda adalah public_html/network/. Folder ini berisi semua code untuk situs WordPress.

Setelah memiliki situs WordPress, Anda bisa mengubah example.com menjadi jaringan WordPress.

Kemudian, mengatur situs kedua di jaringan WordPress. Ketika WordPress meminta untuk subfolder, Anda bisa mengetikan abc (misal).

Namun (ini benar-benar penting), Anda tidak hanya membuat subfolder ini pada sistem file:

public_html/abc/ (tidak ada)

Ketika WordPress meminta “subfolder” itu benar-benar meminta label untuk website ini. Situs asli, public_html/network/ adalah real subfolder pada filesystem, sedangkan abc bukan. Pada URL WordPress example.com/abc itu akan menunjukkan kepada pengunjung ke situs “abc”.

Add a subdomain ke jaringan subfolder

Sekarang mari kita kembali menambahkan subdomain abc di cPanel. Karena cPanel meminta subfolder, itu menjadi kesalahan yang sangat mudah untuk masuk ke public_html/abc/. Tapi itu subfolder yang tidak benar-benar ada.

Sebaliknya, Anda harus memasukkan ke public_html/nework/, direktori untuk instalasi WordPress. Anda juga harus memasukkan subfolder def, ghi, dan setiap subdomain lainnya yang Anda tambahkan. Semua mengarah ke direktori yang sama public_html/network/, karena semua harus melewati jaringan WordPress tunggal yang sama. WordPress akan mengarahkan ke situs yang dituju berdasarkan URL.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *