Pemasaran Konten dan Strateginya dalam Menghadapi Pembeli

Email Marketing

Di dalam dunia online, hampir di manapun dan kapanpun kita akan dengan mudahnya menemukan suatu strategi pemasaran konten. Strategi tersebut bisa berupaiklan suatu produk, promo, maupun informasi lain. Kita tidak akan bisa berselancar di internet tanpa menemukan salah satu dari aspek di atas. Bahkan, 88% dari pelaku pemasaran di bidang B2B (Business to Business) dan 76% di bidang B2C (Business to Consumer) berencana untuk menggunakan beberapa bentuk dari strategi pemasaran ini pada tahun 2016.

Dengan asumsi kita termasuk ke dalam persentase tersebut, penting bagi kita untuk mengetahui peran suatu pemasaran konten terhadap perilaku pembeli, sehingga kita bisa memperoleh suatu ide tentang bagaimana mengembangkan strategi terbaik untuk memperoleh keuntungan yang maksimal.

Tujuan Pemasaran Konten

Saat ini setiap orang pasti sudah akrab dengan suatu pemasaran konten, tapi hanya beberapa dari kita yang benar-benar memahaminya. Sebenarnya, apakah itu pemasaran konten?

Pemasaran konten merupakan suatu pendekatan dalam strategi pemasaran yang berfokus pada menciptakan dan menyampaikan suatu konten yang valuable, relevan, serta konsisten untuk menarik perhatian pembeli dan mengarahkan mereka kepada suatu aksi yang menguntungkan kita.

Meski sudah mencantumkan konten, bukan berarti kita langsung memiliki strategi pemasaran konten. Dalam rangka membuat suatu konten menjadi sebuah pemasaran konten, kita harus mempunyai rencana matang yang dapat membuat pembeli melakukan suatu hal yang akan menguntungkan kita. Dan untuk bisa melakukan hal ini dengan baik, kita perlu mengerti yang namanya tahapan pembelian dari seorang pembeli.

Tahapan Pembelian

Setiap pelaku pemasaran pasti memiliki rincian yang berbeda-beda mengenai tahapan pembelian mereka masing-masing. Namun yang paling jamak ditemui, tahapan pembelian dari seorang pembeli dapat dibagi ke dalam tiga fase : menemukan, mempertimbangkan, dan memutuskan. Penjelasan lebih rincinya adalah sebagai berikut :

1. Menemukan

Fase menemukan adalah fase awal sebuah tahapan pembelian. Ini adalah fase ketika seorang pembeli mengetahui bahwa mereka memiliki suatu problem yang perlu diselesaikan dan mereka mulai mencari solusinya. Tahap ini dapat terjadi sangat cepat tapi juga dapat terjadi sangat lama. Semua bergantung pada seberapa cepat konsumen bertindak dan seberapa besar mereka memprioritaskan suatu pembelian.

2. Mempertimbangkan

Fase berikutnya adalah mempertimbangkan. Tahapan ini adalah tahapan dimana seorang pembeli mulai mengeksplorasi berbagai macam solusi dan mencoba menemukan mana yang terbaik untuk mereka. Tahapan ini juga dapat berlangsung sangat cepat tapi bisa juga memakan waktu yang lama.

3. Memutuskan

Fase terakhir adalah memutuskan. Pada tahap ini pembeli memilih satu solusi terbaik untuk kemudian dibuat menjadi sebuah keputusan pembelian. Jika pada akhirnya keputusan yang mereka ambil tidak tepat, mereka akan kembali ke fase pertimbangan untuk mencoba mencari alternatif lain.

Dengan pemahaman yang jelas tentang tahapan pembelian dari seorang pembeli, kita akan mampu mengembangkan strategi pemasaran yang tepat yang mampu menarik pembeli sampai mereka menjadi pelanggan yang membayar.

Pemasaran Konten dan Tahapan Pembelian

Jika kita belum pernah melihat pemasaran konten dari kacamata tahapan pembelian seorang pembeli, maka pendekatan di bawah ini dapat secara fundamental mengubah pendekatan kita terhadap suatu pemasaran konten. Mari kita simak :

1. Fase penemuan

Selama fase penemuan dalam tahapan pembelian, tujuan pemasaran konten  adalah untuk menciptakan kesadaran terhadap suatu persoalan tertentu dan kemudian menyelaraskan masalah itu dengan berbagai isu yang terkait dengan bisnis.

2. Fase pertimbangan

Selama fase ini, tujuan dari suatu pemasaran konten adalah untuk membantu pembeli mengidentifikasi suatu kebutuhan yang spesifik untuk memecahkan masalah yang telah diidentifikasi dalam fase penemuan. Tujuan selanjutnya adalah untuk menyelaraskan solusi terhadap sebuah kebutuhan bisnis yang secara spesifik dihadapi oleh pembeli.

3. Fase keputusan

Jika kita telah berhasil mengarahkan pembeli melalui fase penemuan dan pertimbangan, kita harus meyakinkan mereka untuk mempertimbangkan solusi-solusi yang kita tawarkan sebagai salah satu yang akan menjawab kebutuhan mereka. Pada tahap ini, fokusya adalah memastikan kembali apakah produk atau solusi yang kita tawarkan layak untuk dibeli.

Mengarahkan Pembeli dengan Konten yang Sesuai

Ada satu hal yang membedakan antara strategi pemasaran secara umum dengan strategi pemasaran konten. Strategi pemasaran konten benar-benar memahami pentingnya mengembangkan konten yang sesuai untuk sebuah situasi tertentu. Dalam hal ini, berarti kita harus bisa selalu menyajikan konten yang tepat sesuai dengan tahapan dimana sebuah pembeli sedang berada. Dengan memahami setiap tehapan dengan baik, kita akan bisa mengembangkan strategi unik yang luar biasa yang mampu membawa kita mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *